INDRAMAYU -- Pemerintah Kabupaten Indramayu menunjukkan gerak cepat dalam menanggapi laporan darurat masyarakat yang masuk langsung kepada Bupati Indramayu Lucky Hakim. Laporan tersebut mengenai seorang remaja bernama Abad Muhammadi Syahiddin (15), warga Desa Jayamulya, Kecamatan Kroya, yang digigit ular kobra usai melaksanakan ibadah salat tarawih.
Sebelumnya, korban sempat dibawa ke rumah sakit. Namun terkendala biaya pengobatan, sehingga informasi ini segera direspons oleh jajaran terkait untuk memberikan pertolongan medis lanjutan, Kamis (12/03/26).
Tim gabungan yang terdiri dari Camat Kroya, H.A Syafruddin, bersama Kepala Puskesmas Temiyang, dr. Syahid Yamani, serta bidan desa dan perangkat desa setempat, langsung melakukan kunjungan rumah korban di Blok Cipedang Lasdam, RT 04/02. Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan fisik dan pengambilan sampel pada luka gigitan untuk memastikan kondisi terkini pasien.
Kunjungan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat yang mengancam nyawa. Sekaligus menegaskan bahwa pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim merespon dengan gerak cepat laporan dari masyarakat.
Camat Kroya, H.A. Syafruddin, menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama sesuai dengan instruksi pimpinan daerah.
"Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa instruksi Bapak Bupati Lucky Hakim dilaksanakan dengan tepat sasaran. Tidak boleh ada warga yang tidak tertangani medis hanya karena kendala biaya. Kami telah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas dan RSUD agar pasien segera mendapatkan perawatan intensif yang diperlukan," ujar Syafruddin saat meninjau kondisi pasien di kediamannya.
Berdasarkan hasil observasi medis dan kesimpulan tim dokter di lapangan, kondisi Abad memerlukan penanganan spesifik yang lebih lengkap. Oleh karena itu, pemerintah kecamatan dan tim medis memutuskan untuk segera merujuk pasien ke RSUD Indramayu.
Kehadiran berbagai unsur mulai dari Kepala Puskesmas, Bidan Desa Dasimah, hingga Kuwu Desa Jayamulya, Tati Sumyati, memberikan ketenangan bagi keluarga korban. Penanganan ini membuktikan bahwa sinergi antara laporan warga di media sosial dan respons birokrasi di lapangan dapat berjalan efektif. Saat ini, pasien telah dalam proses penanganan di RSUD Indramayu dengan pendampingan penuh dari pemerintah daerah.*
