INDRAMAYU, - Warga di Perumahan Bumi Dermayu Indah (BDI) 3 Desa Tambak, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tengah dihebohkan dengan kasus hipnotis. Satu orang dilaporkan menjadi korban. Modus pelaku menawarkan madu anak-anak dan memaksa korban membeli dengan harga Rp 1,1 juta untuk empat boks.
"Korbannya ibu Nani. Kejadian hari kemarin jam 14.17 WIB. Waktu itu di rumah korban lagi sendiri, memang di sini tuh kalau siang sepi," ucap Ketua RT 23 RW 04, Darya (54), di rumah korban, Rabu (4/3/2026) sore.
Darya menerangkan, awalnya, pelaku menawarkan harga yang jauh lebih tinggi. Namun, setelah proses tawar-menawar dalam kondisi di bawah pengaruh hipnotis, korban akhirnya sepakat di harga Rp 1,1 juta.
Untuk memuluskan aksinya, pelaku juga mengiming-imingi korban hadiah etalase jika mau membeli madu tersebut.
Darya mengungkapkan, dari pengakuan korban, pelaku melancarkan aksinya dengan cara membentak-bentak. Anehnya, meski mendapat perlakuan kasar, korban justru menurut saja tanpa melakukan perlawanan.
"Sadar-sadar pas sudah kejadian. Dicek juga kan harga madunya di Google, ternyata harganya itu cuma Rp 14.000-17.500 per boks. Korban langsung syok waktu itu," ujar dia.
Untungnya, aksi pelaku hipnotis ini sempat terekam kamera CCTV dari rumah yang berada di depan rumah korban. Berdasarkan rekaman tersebut, ciri-ciri pelaku adalah seorang pria. Ia memakai jaket hitam, celana jins, dan kacamata hitam.
Pelaku beraksi seorang diri menggunakan sepeda motor Yamaha NMax. Pengurus RT waktu itu juga melacak dari CCTV rumah warga lainnya. Rupanya, pelaku memang sempat berkeliling mencari korban.
Dia datang dari arah Jalan Tembaga, masuk ke perumahan lalu berkeliling. Hingga akhirnya, pelaku melihat korban sedang menjemur pakaian di luar rumah dan melancarkan aksi hipnotis tersebut.
"Sejauh ini baru satu korban yang melapor, tetapi dia memang sebelumnya sempat keliling dari jam 2," ujar Darya.
Darya menyampaikan, kejadian ini belum dilaporkan korban ke pihak kepolisian. Meski demikian, kejadian ini menjadi warning untuk warga di perumahan setempat.
Pihak RT menginstruksikan satpam perumahan untuk melakukan patroli lebih masif lagi, terutama di jam-jam sepi seperti saat siang hari dan malam hari.
"Kami minta satpam untuk lebih sering lagi keliling patroli, sejam sekali, atau berapa puluh menit sekali, khususnya di jam-jam sepi," tuturnya.
Warga juga diimbau untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, jangan mudah percaya pada orang yang tidak dikenal, apalagi jika menawarkan barang dengan harga yang tidak wajar.
"Kejadian hipnotis seperti ini baru terjadi di sini. Kalau kemalingan sebelumnya juga pernah, sama pas bulan Ramadhan, korbannya saya sendiri tahun lalu," ucap Darya.
Sementara itu, suami Nani, Agus (54) menerangkan bahwa istrinya saat ini masih syok atas kejadian tersebut. Dari keterangan sang istri, ia juga tidak tahu menahu kenapa mau membeli madu dengan harga Rp 1,1 juta tersebut.
“Kejadiannya waktu itu memang lagi sendiri di rumah sama anak-anak. Kalau saya waktu itu lagi kerja, syok istri juga kok bisa mau beli madu itu,” tutur Agus.
dilansir dari : Bandung kompas.com
