Sempat Curhat Tak Makan 2 Hari, Penjual Gulali Ditemukan Meninggal di Sport Center Indramayu

 


INDRAMAYU - Pagi itu, suasana Lapangan Voli Sport Center (SC) di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, masih lengang. Aktivitas belum ramai, hanya beberapa orang lalu-lalang menikmati udara pagi. Namun ketenangan itu mendadak berubah setelah penemuan seorang pria yang tergeletak tak bernyawa di bangku lapangan, Minggu (4/1/2026).

Penemuan tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 07.00 WIB oleh Riski Wijaya. Saat hendak buang air kecil di sekitar area lapangan voli pantai, pandangannya tertuju pada seorang pria yang tampak seperti sedang tertidur pulas di bangku. Namun ada yang janggal tubuh pria itu sama sekali tidak bergerak.

Merasa curiga, Riski segera memanggil Eman Sulaeman dan Karyana untuk bersama-sama memastikan kondisi pria tersebut. Saat didekati, harapan bahwa pria itu hanya tertidur perlahan sirna. Tubuh korban sudah kaku, dingin, dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Peristiwa itu pun segera dilaporkan ke Polsek Indramayu. Tak lama setelah laporan diterima, sekitar pukul 07.30 WIB, aparat kepolisian langsung bergerak ke lokasi. Personel Polsek Indramayu bersama Unit Inafis Polres Indramayu melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan barang-barang di sekitar lokasi.

Di balik peristiwa tragis itu, terselip kisah pilu tentang hari-hari terakhir korban. Seorang saksi bernama Nasarudin mengungkapkan bahwa pria tersebut pernah ditemuinya sekitar 15 hari sebelumnya di area pasar malam Sport Center. Saat itu, korban berniat berdagang gulali untuk menyambung hidup. Bahkan, tiga hari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengeluhkan bahwa dirinya sudah dua hari tidak makan.

Setelah proses awal di lokasi selesai, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Indramayu untuk pemeriksaan medis lebih lanjut. Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh dokter jaga RSUD Indramayu tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.

“Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya bekas kekerasan baik akibat benda tajam maupun benda tumpul di tubuh korban,” ujar AKP Tarno.

Korban diketahui bernama Taslim (51), warga Desa Dempet, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan keterangan yang dihimpun, pihak kepolisian menduga korban meninggal dunia akibat sakit.

Pihak keluarga yang telah dihubungi menyatakan menerima peristiwa tersebut dengan ikhlas. Keluarga juga menolak dilakukan proses otopsi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada pihak kepolisian sesuai prosedur yang berlaku.

Peristiwa ini menyisakan duka sekaligus pengingat bahwa di balik keramaian ruang publik, ada cerita sunyi tentang seseorang yang berjuang bertahan hidup hingga napas terakhirnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama