INDRAMAYu - Insiden kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Indramayu. Kebakaran menimpa sebuah rumah warga di Desa Baleraja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu. pada Kamis (5/3/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Insiden yang terjadi secara tiba-tiba itu menyebabkan satu
unit rumah tinggal mengalami kerusakan berat setelah dilalap api. Kerugian
akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta.
Informasi yang dihimpun dari petugas pemadam kebakaran,
kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik pada instalasi di dalam
rumah.
Percikan api dari kabel listrik kemudian menyambar bagian
rumah yang mudah terbakar hingga api dengan cepat membesar.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Satpol PP dan Damkar
Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisono, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan
sejumlah saksi, warga pertama kali melihat adanya percikan api disertai asap
dari bagian instalasi listrik di rumah tersebut.
Awalnya warga mencoba melakukan upaya pemadaman secara
manual dengan alat seadanya. Namun, api dengan cepat menjalar ke bagian
bangunan lain sehingga sulit dikendalikan.
“Kami menerima laporan dari pemilik rumah dan langsung
menuju lokasi. Saat petugas tiba sekitar pukul 23.00 WIB, kondisi api sudah
cukup besar dan membakar hampir sebagian bangunan,” ujar Jajat, Jumat
(6/3/2026).
Untuk menangani kebakaran tersebut, tim Damkar Indramayu
mengerahkan empat personel serta satu unit mobil pemadam kebakaran berkapasitas
3.000 liter dari Pos Unit Damkar Patrol.
Petugas segera melakukan penyemprotan air untuk
mengendalikan kobaran api agar tidak merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena sebagian
besar material rumah mudah terbakar.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas akhirnya
berhasil mengendalikan api pada Jumat dini hari (6/3/2026) sekitar pukul 03.00
WIB.
Petugas juga melakukan proses pendinginan untuk memastikan
tidak ada sisa bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa
maupun korban luka. Rumah yang terbakar diketahui dihuni oleh empat orang.
Meski demikian, kondisi bangunan mengalami kerusakan parah akibat dilalap api.
Jajat mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap
potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik yang tidak
layak pakai.
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik
secara rutin untuk mencegah kejadian serupa. “Kami mengimbau masyarakat untuk
memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi baik dan sesuai standar.
Jika terjadi kebakaran, segera hubungi pos Damkar terdekat agar bisa segera
ditangani,” jelasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa
korsleting listrik masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran rumah di
wilayah permukiman.*
