Serikat Pekerja MBG Jabar Protes Kebijakan SPPG Tutup Saat Libur Sekolah


BANDUNG - Sejumlah relawan dan mitra satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tergabung dalam serikat pekerja MBG Jabar memprotes keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menghentikan operasional saat masa libur sekolah. Mereka mengancam akan melakukan aksi demonstrasi tanggal 29 Juni 2026 di Jakarta.

Mereka yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, seperti di Tasikmalaya, Garut, Kota Bandung, Kabupaten Bandung. Bahkan dari Provinsi Banten turut hadir dalam konsolidasi di Jalan Leuwipanjang, Kota Bandung, Senin (22/6/2026). Mereka menilai kebijakan meliburkan SPPG tidak sejalan dengan prioritas kebijakan MBG untuk ibu hamil, menyusui dan balita.

Salah seorang asisten lapangan dapur SPPG di Kabupaten Bandung Muhammad Yusuf Miharja, mengatakan sejumlah relawan dan pekerja resah dengan kebijakan penghentian operasional dapur selama libur sekolah. Sebab, hal itu berdampak langsung terhadap distribusi makanan kepada kelompok prioritas penerima manfaat.

"Saat sekolah libur, distribusi untuk kelompok itu juga ikut dihentikan. Ini yang menjadi pertanyaan kami," kata Yusuf.

Dia menjelaskan, penghentian operasional SPPG berdampak terhadap perekonomian para pekerja dan relawan. Mereka tidak mendapatkan insentif yang membuat ekonomi terganggu. Yusuf menyebut, pihaknha akan menggelar aksi di Jakarta dan ditargetkan 10 ribu peserta dari Jabar hadir.

Sementara itu, Koordinator Serikat Pekerja MBG, Restu Risnandi Abdila meminta BGN lebih terbuka dan melibatkan relawan serta mitra dalam setiap penyusunan kebijakan. Sebab mereka ujung tombak pelaksanaan program MBG. "Jangan sampai kebijakan dibuat secara instruktif tanpa dialog," katanya.

Restu berharap, BGN lebih aspiratif dan melibatkan unsur pelaksana di tingkat akar rumput. Hal itu karena kebijakan mendadak itu sangat merugikan SPPG. (republika.co.id)




Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama