INDRAMAYU - Banjir menerjang sejumlah titik di Kabupaten
Indramayu, Jawa Barat, Selasa, 27 Januari 2026. Bupati Indramayu Lucky Hakim
mengungkap bahwa banjir terjadi karena sejumlah faktor
“Di antaranya kondisi saluran air di pusat kota Kabupaten
Indramayu yang mengalami pendangkalan dan terlalu kecil, “ ugkap Lucky, Rabu,
28 Januari 2026.
Kondisi tersebut, kata Lucky, dilihat saat meninjau banjir
di perumahan BDI 2. Lucky mengungkap bahwa di perumahan tersebut kondisi
saluran drainase terlihat mengalami pendangkalan dan sempit.
Padahal, kata Lucky, saluran tersebut mendapatkan pasokan
air dari beberapa jalur drainase lainnya, karena menjadi satu-satunya akses
menuju muara. Sehingga debit air yang tidak tertampung meluap, dan merendam
rumah warga.
Kondisi serupa juga ditemukan di Perumahan Citra Darma Ayu
(Cidayu) yang masih terendam banjir setinggi lebih kurang 20 sentimeter hingga
30 sentimeter dan berada tak jauh dari Perumahan BDI 2. Lucky mengungkap
pihaknya berencana menormalisasi saluran drainase di dua kompleks perumahan
tersebut dan mengerahkan pompa untuk menyedot air yang masih merendam rumah
warga agar segera surut.
Selain itu, belum selesainya pembangunan saluran air yang
dilaksanakan BBWS Cimanuk - Cisanggarung di sejumlah titik di Kabupaten
Indramayu membuat air tidak mengalir secara optimal hingga memicu banjir.
"Faktor lainnya adalah adanya pembangunan perumahan
baru yang kondisi saluran drainasenya belum optimal, sehingga ketika hujan
deras akan mengakibatkan banjir," ujar Lucky.
Pada kesempatan itu, Lucky mengajak para kepala SKPD yang
mendampinginya dan stakeholder terkait yang turut hadir untuk bersama-sama
mencarikan solusi secepatnya.
“Untuk BPBD Indramayu kini telah mendirikan posko siaga
banjir di Cidayu dan BDI 2 untuk antisipasi apabila warga membutuhkan bantuan,
baik lokasi pengungsian maupun dapur umum,” jelas Lucky.
