Dua Kapal Tangker Pertamina Terjebak di Teluk Persia, Pemerintah Berupaya Diplomasi


DUNIA - Pemerintah berupaya menggunakan jalur diplomasi menyusul terjebaknya dua kapal tanker minyak milik Pertamina di kawasan konflik Iran–Amerika Serikat (AS). Jalur diplomasi kini ditempuh agar kapal yang membawa minyak mentah dari Timur Tengah itu dapat segera keluar dari wilayah Teluk Persia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah tengah mengupayakan pembukaan jalur pelayaran bagi dua kapal tersebut.

Kedua kapal itu mengangkut crude oil dari Timur Tengah yang selama ini menyumbang sekitar 25% dari total impor minyak mentah Indonesia.

Kondisi ini membuat pemerintah mulai menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan pasokan dalam negeri.

Pelaksana tugas Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping (PIS) Vega Pita menyatakan terdapat empat kapal yang sedang berada di area Timur Tengah. 

Kapal Gamsunoro yang sedang proses loading di Khor al Zubair, Irak, Pertamina Pride yang telah selesai melakukan proses loading dan sekarang sedang berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi, kapal PIS Rinjani yang sedang berlabuh di Khor Fakkan, UAE, serta kapal PIS Paragon yang sedang discharge di Oman.

Sehingga, dua kapal masih berada di dalam area Teluk yakni Pertamina Pride dengan Ship Management dari NYK, dan kapal Gamsunoro yang saat ini dikelola oleh Synergy Ship Management. 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama